KONSEP UMUM PERENCANAAN DAN DESAIN PEMBELAJARAN

Standar

1.    Pengertian Perencanaan Pembelajaran
William H. Newman dalam bukunya Administrative Tecniques of Organitation and Management mengemukakan bahwa “perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan”. Perencanaan mengandung rangkaan-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur-prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Sedangkan pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar .  Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pengajaran, menggunakan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran,  dan penilaian dalam suatu alokasi waktuyang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang terlah ditentukan.
Perancanaan pembelajaran/ pengajaran juga dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, yakni perubahan perilaku serta rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaat segala potensi dan sumber belajar yang ada.  Dari konsep diatas, maka jelas perencanaan pembelajaran memiliki karakteristik sebagai berikut:
a.    Perencanaan pembelajaran merupakan hasil dari proses berfikir, artinya suatu perencanaan pembelajaran disusun tidak asal-asalan, melainkan dengan mempertimbangkan aspek yang mungkin dapat berpengaruh kepada penerapan perencanaan tersebut.
b.    Perencanaan pembelajaran disusun untuk mengubah perilaku siswa sesuai denngan tujuan yang ingin dicapai.
c.    Perencanaan pembelajaran berisi tentang rangkaian kagiatan yang harus dilakukan untuk mapai tujuan .
Lalu, apakah pengertian dari desain pembelajaran? Herbert Simon (Dick dan Carey, 2006) mengartikan desain sebagai proses pemecahan masalah. Tujuan sebuah desain adalah untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan segala informasi yang tersedia. Dengan demikian desain muncul sebagai akibat dari kebutuhan manusia untuk memecahkan masalah.
Dalam kaitannya dengan pembelajaran, desain pembelajaran dapat diartikan sebagai proses yang sistematis untuk memecahkan persoalan pembelajaran melalui proses perencanaan bahan-bahan pembelajaran beserta aktifitas yang harus dilakukan, peremncanaan sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakan serta perencanaan evaluasi keberhasilan . Sejalan dengan pengertian diatas, Gagne (1992) menjelaskan bahwa desain pembelajaran disusun untuk membantu proses belajar siswa.
2.    Pengertian Desain Pembelajaran
Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skalamakro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatn kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Sementara itu desain pembelajaran sebagai proses menurut Syaiful Sagala (2005:136) adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Pernyataan tersebut mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yangdianut dalam kurikulum yang digunakan.
Dengan demikian dapat disimpulkan desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas.
3.    Pentingnya Perencanaan dan desain Pembelajaran
Seorang arsitek yang professional, sebelum ia membangun sebuah gedung terlebih dulu yang ia harus merancang bentuk gedung yang sesuai dengan struktur dan kondisi tanah, menghitung biaya yang diperlukan selanjutnya ia aka menentukan berbagi bahan yang dibutuhkan, menghitung biaya yang diperlukan termasuk menentukan berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan.
Nah sekarang bagaimana dengan pembelajaran? Apakah seorang guru perlu melakukan perencanaan pembelajaran? Kalau kita percaya bahwa guru merupakan kegiatan yang menuntut profesionalitas, tentu saja guru akan melaksanakan kegiatannya dengan melalui perencanaan yang matang terlebihh dahulu. Pertanyaan yang timbul selanjutnya adalah, mengapa perencanaan sangat dibutuhkan sebelum melakukan proses pembelajaran? Hal ini disebabkan antara lain.
a.    Pembelajaran adalah proses yang bertujuan, sesederhana apapun proses pembelajaran yang dibangun poleh guru, proses tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan.
b.    Pembelajaran adalah proses kerjasama. Proses pembelajaran minimal melibatkan antara guru dan murid. Guru tidak mungkin berjalan sendiri tanpa keterlibatan siswa.
c.    Proses pembelajaran adalah proses yang kompleks. Pembelajaran bukan hanya sekedar menyampaikan pelajaran, akan tetapi suatu proses pembentukan tingkah laku siswa. Karena harus disadari bahwa siswa merupakan organism yang unik, yang sedang berkembang. Siswa bukan bukan benda mati yang dapat diatur begitu saja. Mereka memiliki bakat dan bakat yang berbeda. Mereka juga memiliki cara belajar yang berbeda-beda.
d.    Proses pembelajaran akan efektif manakala memanfatkan berbagai sarana dan prasarana yang tersedia .
4.    Fungsi Perencanaan dan Desain Pembelajaran
Perencanaan dan desain pembelajaran memiliki beberapa fungsi diantaranya seperti dijelaskan berikut ini :

a.    Fungsi kreatif
Pembelajaran  dengan menggunakan perencanaan yang matang, akan dapat memberikan umpan balik yang dapat menggambarkan berbagai kelemahan yang terjadi. Melalui umpan balik itulah guru dapat meningkatkan dan memperbaiki program. Secara kreatif, guru akan memperbaiki berbagai kelemahan dan menemukan hal-hal baru.
b.    Fungsi inovatif
Suatu inovasi hanya akan muncul seandainya kita memahami kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kesenjangan itu hanya mungkin dapat ditangkap, manakala kita memahami proses yang dilaksanakan secara sistematis. Proses pembelajaran yang sistematis itulah yang direncanakan dan terprogram secara utuh. Nah, dalam kitan inilah perencanaan memiliki fungsi inovasi.
c.    Fungsi selektif
Hanya melalui perencanaan kita dapat menyelaksi strategi mana yang kita anggap lebih efektif dab efisien untuk dikembangkan. Tanpa suatu perencanaan tidak mungkin dapat menentukan pilihan yang tepat. Fungsi ini juga berkaitan dengan pemilihan materi pelajaran yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melalui proses perencanaan ini guru dapat menentukan materi mana yang sesuai dan materi mana yang tidak sesuai.
d.    Fungsi komunikatif
Suatu perencanaan yang memadai harus dapat menjelaskan pada setiap orang yang terlibat, baik kepada guru, siswa. Kepala sekolah bahkan pada pihak eksternal seperti pada orang tua dan masyarakat. Dokumen perencanaan harus dapat mengkomunikasikan kepada setiap orang baik tentang tujuan dan hasil yang ingin dicapai, strategi atau rangkaian kegiatan yang dapat dilakukan. Oleh sebab itu, perencanaan memilki fungsi komunikasi.
e.    Fungsi prediktif
Melalui fungsi ini, perencanaan dapat menggambarkan berbagai kesulitan yang akan terjadi. Di samping itu, fungsi prediktif dapat menggambarkan hasil yang akan diperoleh. Jika perencanaan  disusun dengan benar dan akurat, sehingga dapat menggambarkan apa yang akan terjadi setelah dilakukan suatu treatmen sesuai dengan program yang disusun.

f.    Fungsi akurasi
Kelebihan bahan pelajaran dan kurangnya waktu yang tersedia merupakan hal yang sering terjadi. Akibatnya proses pembelajaran tidak berjalan secara normal. Dengan perencanaan yang matang hal-hal tersebut dapat teratasi dengan cara guru bisa memenej setiap waktu yang diperlukan, sehingga jam yang tersedia bisa efektif.
g.    Fungsi pencapaian tujuan
Mengajar bukanlah sekedar menyampaikan materi, akan tetapi membentuk manusia secara utuh. Manusia utuh bukan hanya berkembang dalam aspek intelektual saja, akan tetapi juga dalam sikap dan ketrampilan. Dengan demikian pembelajaran memiliki dua sisi yang sama pentingnya, yakni sisi hasil belajar dan sisi proses belajar. Melalui perencanaan itulah kedua sisi pembelajaran dapat dilakukan secara seimbang.
h.    Fungsi kontrol
Mengontrol keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu proses pembelajaran tertentu. Melalui perencanaan kita dapat menentukan sejauh mana materi pelajaran telah dapat diserap oleh siswa, materi mana yang sudah dan belum dipahami oleh siswa. Selanjutnya, dapat memberikan balikan kepada guru dalam mengembangkan program pembelajaran selanjutnya.

About yulianti

Yulianti adalah nama yang simpel. Dia hanya seorang yang lemah dan haus akan dreams nya. berangkat dari background yang tak mendukung, tetapi mempunyai sejuta harapan dalam mimpinya...Acha acha Fighting..............

2 responses »

  1. Ping-balik: Tekhnologi Pendidikan | bwute

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s